PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka Hadiri RAPIMNAS DPP KSPSI 2025 di Istora Senayan Jakarta

Majalengka, 3 Desember 2025 — Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP TSK SPSI) Kabupaten Majalengka, bersama seluruh PUK SP TSK SPSI se-Kabupaten Majalengka serta BRIGADE SATKORCAB Majalengka, mengikuti secara penuh gelaran Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) DPP KSPSI yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.

RAPIMNAS ini menjadi salah satu agenda terbesar KSPSI tahun 2025, menghadirkan seluruh unsur kepengurusan mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Kehadiran perwakilan Majalengka menunjukkan komitmen kuat daerah tersebut dalam mendukung arah kebijakan organisasi di tingkat nasional.


Momentum Konsolidasi Besar Serikat Pekerja

Acara RAPIMNAS 2025 mengangkat tema besar mengenai penguatan solidaritas, modernisasi organisasi, dan peningkatan kualitas perlindungan terhadap pekerja di tengah tantangan era industri baru. Seluruh peserta memperoleh arahan strategis dari DPP KSPSI mengenai langkah-langkah taktis yang akan dijalankan pada tahun mendatang.

Ketua PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka menegaskan bahwa RAPIMNAS tidak hanya menjadi ruang koordinasi, tetapi juga arena penting untuk menyatukan pemahaman dan langkah antarwilayah.

“Kehadiran kami dari Majalengka adalah wujud komitmen bersama untuk memperkuat barisan organisasi. Kami ingin memastikan bahwa seluruh kebijakan, program kerja, dan strategi advokasi nasional benar-benar dapat kami terjemahkan dalam gerakan nyata di daerah,” ujarnya.

Menurut beliau, tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif membutuhkan respons cepat dari organisasi pekerja agar dapat terus relevan dan mampu memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan anggota.


Peran Aktif PUK dan BRIGADE SATKORCAB Majalengka

Rombongan dari Kabupaten Majalengka terdiri dari:

Pengurus Cabang FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka

Perwakilan seluruh PUK SP TSK SPSI se-Kabupaten Majalengka

BRIGADE SATKORCAB Majalengka

Para pengurus PUK turut menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka dalam forum nasional ini memberikan wawasan baru mengenai tata kelola organisasi, strategi penguatan basis anggota, serta langkah-langkah advokasi hubungan industrial yang lebih efektif.

Sementara itu, BRIGADE SATKORCAB Majalengka hadir untuk memastikan kelancaran koordinasi lapangan sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan dalam mendukung setiap aktivitas organisasi.

“BRIGADE SATKORCAB Majalengka selalu siap menjadi garda terdepan dalam menjaga soliditas dan kehormatan organisasi. Keikutsertaan kami di RAPIMNAS menjadi bukti kesiapan kami mendukung seluruh program dan agenda besar SPSI,” ujar salah satu komandan BRIGADE.


Pembahasan Strategis RAPIMNAS 2025

Dalam RAPIMNAS DPP KSPSI 2025, sejumlah agenda strategis dibahas, antara lain:

Evaluasi kinerja organisasi dari tingkat pusat hingga daerah

Penyelarasan program kerja tahun 2026

Peningkatan kapasitas pengurus dan anggota di seluruh wilayah

Modernisasi sistem administrasi dan digitalisasi layanan organisasi

Penguatan advokasi ketenagakerjaan dan hubungan industrial

Pemetaan dinamika industri nasional dan global yang berpengaruh pada pekerja

Diskusi-diskusi penting tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi organisasi untuk menghadapi tantangan masa depan, sekaligus memberikan manfaat yang nyata bagi seluruh anggota SPSI di Indonesia.


Harapan untuk Penguatan SPSI di Majalengka

PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka berharap bahwa seluruh ilmu, arahan, dan keputusan dari RAPIMNAS dapat segera diimplementasikan dalam program kerja daerah.

Selain itu, Majalengka menargetkan:

peningkatan pelayanan advokasi kepada anggota,

penguatan struktur organisasi hingga tingkat unit kerja,

peningkatan disiplin dan kinerja pengurus,

serta perluasan jaringan kerja sama antarserikat dan pemerintah daerah.

“Kami ingin memastikan Majalengka menjadi salah satu daerah yang paling siap dalam menjalankan seluruh keputusan dan kebijakan nasional KSPSI. Dengan soliditas PC, PUK, dan BRIGADE, kami optimis dapat memberikan kontribusi besar bagi perjuangan pekerja,” pungkas Ketua PC FSP TSK SPSI Majalengka.


Keikutsertaan PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka, PUK SP TSK SPSI se-Kabupaten Majalengka, dan BRIGADE SATKORCAB Majalengka dalam RAPIMNAS DPP KSPSI 2025 di Istora Senayan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi, memperluas wawasan, serta membangun gerakan serikat pekerja yang lebih kuat dan modern.

Dengan semangat kebersamaan, Majalengka siap melangkah maju bersama KSPSI untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja di tingkat lokal maupun nasional.

PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka Gelar Diskusi Strategis Bersama TURC: Bahas Tantangan dan Arah Baru Perundingan Kolektif

Majalengka — Pada Hari Kamis, 27 November 2025, PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas organisasi bekerja sama dengan TURC (Trade Union Rights Centre). Acara yang berlangsung di Caffe & Resto Mie SP (Munjul – Majalengka) ini mengusung tema
“Tantangan dan Arahan Strategis Perundingan Kolektif”,
yang dihadiri oleh para pengurus, perwakilan PUK, serta aktivis serikat pekerja dari berbagai perusahaan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pengurus dan anggota dalam menghadapi dinamika hubungan industrial yang semakin kompleks. Sambutan tersebut juga menegaskan komitmen organisasi untuk terus meningkatkan kemampuan dalam proses perundingan kolektif.

Berikutnya, sesi pembukaan dilanjutkan oleh tim TURC yang memberikan pengantar mengenai tujuan kegiatan, ruang lingkup materi, serta harapan agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian agenda secara aktif dan optimal.

Acara Dibuka dengan Paparan Utama dari TURC

Pada sesi pembukaan, perwakilan dari TURC memberikan pemaparan komprehensif mengenai kondisi aktual hubungan industrial di Indonesia, termasuk dampak regulasi turunan dari UU Cipta Kerja terhadap proses perundingan dan perjanjian kerja bersama (PKB).

Materi awal menyoroti:

Tantangan-tantangan baru yang muncul dalam perundingan kolektif, baik dari sisi teknis maupun politik hubungan industrial.

Pentingnya data, riset, dan strategi komunikasi dalam memperkuat posisi tawar serikat pekerja.

Perlunya serikat pekerja terus memperbarui pengetahuan agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebijakan ketenagakerjaan.

Peserta tampak sangat antusias, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan, tanggapan, dan diskusi aktif selama penyampaian materi.


Diskusi Kelompok: Membedah Problematika Perundingan di Lapangan

Agenda dilanjutkan dengan pembentukan beberapa kelompok diskusi. Tiap kelompok diberikan studi kasus berbeda yang bersumber dari persoalan nyata yang sering muncul dalam proses perundingan di perusahaan, seperti:

Penyesuaian upah, struktur dan skala upah

Perselisihan hak dan kepentingan

Penerapan jam kerja dan lembur

Perundingan PKB yang mandek

Perbedaan interpretasi aturan antara perusahaan dan serikat

Dalam sesi ini, para peserta diminta menganalisis akar masalah, opsi penyelesaian, strategi argumentasi, serta langkah-langkah negosiasi yang dapat diterapkan. Sistem diskusi dua arah membuat seluruh peserta aktif dan berani menyampaikan pengalaman di lapangan.


Presentasi Kelompok: Menguji Kemampuan Analisis dan Komunikasi

Setelah sesi diskusi, tiap kelompok mempresentasikan hasil analisanya di depan peserta lain dan narasumber dari TURC.

Presentasi mencakup:

Identifikasi masalah berdasarkan fakta

Teknik negosiasi yang efektif

Alternatif penyelesaian

Strategi serikat pekerja untuk memperkuat posisi tawar

Simulasi mini perundingan antara tim serikat dan perusahaan

Narasumber memberikan evaluasi mendalam, mengoreksi beberapa kekeliruan umum, dan sekaligus memberikan penguatan agar peserta siap menghadapi situasi perundingan sebenarnya.


Ice Breaking dan Games untuk Menjaga Semangat Peserta

Karena kegiatan berlangsung cukup padat, panitia menghadirkan beberapa games interaktif sebagai ice breaking. Suasana pelatihan menjadi hidup dan penuh gelak tawa ketika peserta mengikuti permainan:

Tebak kata terkait hubungan industrial

Simulasi cepat memilih strategi negosiasi

Mini challenge kerja sama tim

Games ini bertujuan menghindarkan peserta dari kejenuhan, membangun kekompakan, sekaligus melatih kemampuan berpikir cepat dalam situasi tekanan—mirip kondisi ketika berunding dengan perusahaan.


Penyusunan Rekomendasi Strategis Perundingan Kolektif

Sebagai penutup kegiatan inti, peserta bersama narasumber menyusun beberapa poin rekomendasi strategis sebagai panduan serikat pekerja ke depan, di antaranya:

  1. Serikat pekerja harus memperkuat basis data terkait kondisi perusahaan.
  2. Pengurus PUK perlu menguasai teknik penyusunan argumentasi dan analisis regulasi.
  3. Kegiatan pendidikan rutin harus diperbanyak untuk memperkuat kaderisasi.
  4. Kolaborasi antara serikat pekerja dan lembaga pendamping seperti TURC tetap harus dilanjutkan.
  5. Serikat pekerja di Majalengka harus membangun jaringan koordinasi untuk saling bertukar informasi dan strategi.

Penutup: Komitmen Bersama untuk Meningkatkan Kualitas PKB di Majalengka

Kegiatan ini ditutup dengan pesan dari Ketua PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka yang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi sangat penting bagi keberlangsungan organisasi. Melalui diskusi, evaluasi, dan pembelajaran bersama, serikat pekerja dapat terus meningkatkan kemampuan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggota.

Kolaborasi dengan TURC diharapkan berlanjut pada agenda-agenda pendidikan lanjutan seperti teknik penyelesaian perselisihan, strategi kampanye media, hingga penguatan organisasi berbasis digital.

Sebagai momen penutup, seluruh peserta, pengurus PC, dan tim dari TURC melakukan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus memperkuat kapasitas organisasi.

FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka Ikuti Apel Akbar Buruh Bersama Polda Jabar: Perkuat Solidaritas dan Komitmen Kebangsaan.

Bandung, 11 November 2025 — Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) SPSI Kabupaten Majalengka hari ini ikut ambil bagian dalam Apel Akbar Buruh Bersama Polda Jawa Barat yang berlangsung di Lapangan Mapolda Jabar, Bandung.
Kegiatan yang dihadiri ribuan buruh dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat ini menjadi ajang besar dalam memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan gerakan buruh demi menjaga suasana kerja dan sosial yang aman, tertib, serta kondusif.

Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat, yang dalam arahannya menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif serikat pekerja dalam menjaga keamanan dan stabilitas sosial.
“Buruh adalah bagian dari kekuatan bangsa. Dengan kerja sama dan komunikasi yang baik antara buruh, pemerintah, dan aparat, kita dapat menjaga Jawa Barat tetap aman, damai, dan produktif,” ungkap Kapolda Jabar dalam amanatnya di hadapan ribuan peserta apel.

Dari Kabupaten Majalengka, delegasi FSP TSK SPSI hadir dengan kekompakan dan semangat juang tinggi. Rombongan yang dipimpin oleh Ketua DPC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka, berangkat sejak pagi buta menuju Bandung dengan mengenakan seragam organisasi dan membawa bendera kebanggaan FSP TSK.
Kehadiran mereka mencerminkan keseriusan buruh Majalengka dalam ikut menjaga hubungan industrial yang sehat dan memperkuat solidaritas antarpekerja di tingkat provinsi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka menyampaikan rasa bangganya atas partisipasi aktif seluruh anggota.

“Kami dari Majalengka hadir dengan semangat kebersamaan. Apel akbar ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata komitmen kami untuk menjaga kondusivitas di tempat kerja, mempererat hubungan dengan aparat kepolisian, dan terus memperjuangkan kesejahteraan buruh dalam bingkai persatuan bangsa,” ujar Ketua DPC FSP TSK SPSI Majalengka di sela-sela kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa FSP TSK SPSI Majalengka akan terus berperan aktif dalam mendorong komunikasi yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah daerah.

“Kami percaya, perjuangan buruh harus berjalan seiring dengan semangat kebangsaan. Dengan bersatu, kita bisa memperjuangkan hak-hak pekerja tanpa mengorbankan ketertiban dan keamanan masyarakat,” tegasnya.

Setelah apel utama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif antara perwakilan serikat buruh dan jajaran kepolisian. Dalam forum ini dibahas berbagai isu ketenagakerjaan di Jawa Barat, termasuk pentingnya perlindungan hukum bagi pekerja, pencegahan konflik industrial, serta peran buruh dalam menjaga ketertiban di lingkungan kerja.
Dialog tersebut berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan tekad bersama untuk memperkuat hubungan kemitraan yang konstruktif antara buruh dan aparat keamanan.

Suasana penuh semangat tampak di lapangan saat ribuan buruh dari berbagai federasi bersatu dalam satu barisan. Musik perjuangan dan yel-yel khas buruh menggema, menciptakan nuansa kebersamaan yang kuat di antara para peserta.

Dengan terlaksananya Apel Akbar Buruh Bersama Polda Jabar ini, FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya untuk tetap setia di garis perjuangan yang sama — membela hak-hak buruh, memperjuangkan kesejahteraan, serta menjaga kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pernyataan solidaritas seluruh peserta yang menggema dalam satu suara:
“Buruh Jawa Barat Bersatu! SPSI Tetap Setia di Garis Perjuangan!”

LP3 FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka Gelar Konsolidasi: Wujudkan Kemandirian Perempuan Pekerja Melalui Produksi Kerudung Buatan Sendiri

Majalengka, 25 Oktober 2025 —
Dalam rangka memperkuat peran dan kapasitas perempuan pekerja di lingkungan serikat, Lembaga Pemberdayaan Pekerja Perempuan (LP3) Pimpinan Cabang FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan Konsolidasi LP3 dan Pemantapan Program Kerja yang mengusung tema “Perempuan Berkarya, Mandiri, dan Produktif.”

Salah satu fokus utama hasil konsolidasi ini adalah peluncuran Program Kerja Produksi Kerudung Buatan LP3, sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan dan kreativitas perempuan pekerja.

Meningkatkan Peran LP3 dalam Pemberdayaan Perempuan

Kegiatan yang digelar di Sekretariat PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka ini dihadiri oleh jajaran pengurus LP3 tingkat cabang, perwakilan LP3 PUK dari berbagai perusahaan di sektor tekstil dan garmen, serta pengurus inti PC FSP TSK SPSI.

Dalam sambutannya, Ketua LP3 PC FSP TSK SPSI Majalengka, (Yayah), menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi ini bertujuan memperkuat koordinasi antarstruktur LP3, memperjelas arah program kerja, serta menciptakan ruang partisipasi yang lebih luas bagi anggota perempuan.

“LP3 hadir untuk memastikan perempuan pekerja tidak hanya menjadi pelengkap dalam struktur serikat, tetapi menjadi motor penggerak dalam membangun kesejahteraan bersama. Program produksi kerudung ini menjadi bukti nyata bahwa perempuan mampu berdaya dan berkarya,” ujarnya.


Program Produksi Kerudung: Dari Pelatihan Hingga Produksi Massal

Dalam sesi pemaparan program kerja, pengurus LP3 menjelaskan bahwa produksi kerudung buatan LP3 akan melibatkan anggota dari berbagai unit kerja di bawah naungan PC FSP TSK SPSI Majalengka.
Program ini akan dilaksanakan secara bertahap, meliputi:

  1. Pelatihan dasar dan lanjutan menjahit serta desain busana, bekerja sama dengan instruktur berpengalaman di bidang tekstil.
  2. Pembuatan sampel dan pengujian kualitas produk, agar hasil kerudung memiliki standar mutu yang layak jual.
  3. Produksi massal berbasis kelompok LP3 PUK, di mana setiap kelompok akan diberi tanggung jawab pada bagian tertentu, seperti pemotongan bahan, penjahitan, penyetrikaan, dan pengemasan.
  4. Pemasaran produk melalui jejaring serikat dan platform digital, termasuk kerja sama dengan koperasi dan UMKM binaan SPSI di Majalengka.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga diharapkan membuka peluang tambahan pendapatan bagi anggota perempuan yang tergabung dalam LP3.

“Kami ingin melahirkan produk yang bukan hanya bernilai ekonomi, tapi juga mencerminkan semangat perempuan pekerja yang kreatif dan berdaya,” tambah Ketua LP3.

Dukungan dari Pimpinan Cabang FSP TSK SPSI Majalengka

Ketua PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka, (Edi Kustandi, S.E), memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah LP3 dalam menginisiasi program ekonomi produktif.

“Kami di PC sangat mendukung penuh program ini. LP3 bukan sekadar lembaga pelengkap, tapi pilar penting dalam memperjuangkan kesejahteraan anggota, terutama perempuan pekerja. Melalui produksi kerudung, LP3 membuktikan bahwa gerakan serikat pekerja bisa bertransformasi menjadi gerakan ekonomi yang berkeadilan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa organisasi akan membantu memfasilitasi aspek legalitas, pemasaran, dan kerja sama lintas lembaga, agar produk kerudung buatan LP3 Majalengka dapat dikenal luas dan bersaing di pasar lokal maupun nasional.

Menuju Kemandirian Ekonomi Perempuan Pekerja

LP3 PC FSP TSK SPSI Majalengka menargetkan bahwa dalam enam bulan ke depan, produksi kerudung buatan anggota sudah dapat berjalan secara rutin dengan merek khas LP3 Majalengka. Selain kerudung, LP3 juga tengah merancang pengembangan usaha lainnya, seperti pembuatan masker kain, tas belanja, dan produk sandang lain hasil kreativitas perempuan pekerja.

“Kami ingin menjadikan LP3 sebagai wadah tumbuhnya semangat kewirausahaan perempuan di lingkungan serikat. Kemandirian ekonomi adalah bentuk perjuangan nyata dari nilai-nilai kesetaraan,” tegas salah satu pengurus LP3 bidang produksi.

Tentang LP3 FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka

Lembaga Pemberdayaan Pekerja Perempuan (LP3) adalah salah satu lembaga resmi di bawah struktur Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) SPSI Kabupaten Majalengka. LP3 memiliki misi untuk memperjuangkan hak-hak perempuan pekerja, meningkatkan kapasitas, serta menciptakan kemandirian ekonomi melalui pelatihan, advokasi, dan pengembangan usaha produktif.

Kehadiran LP3 di tubuh serikat pekerja menjadi bentuk nyata komitmen organisasi dalam mewujudkan kesetaraan, solidaritas, dan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh anggota.

12 PUK SP TSK SPSI Majalengka Ikuti Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus di Tegal

Tegal, 21–22 Oktober 2025 — Sebanyak 12 Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP TSK SPSI Kabupaten Majalengka dengan 14 peserta perwakilan dari tiap PUK mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas Pengurus Serikat Pekerja, yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI) di Hotel Bahari Inn, Tegal.Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai Selasa, 21 Oktober hingga Rabu, 22 Oktober 2025, dan diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Barat, termasuk dari Kabupaten Majalengka.

Agenda pendidikan dan pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI dalam upaya memperkuat struktur organisasi di tingkat daerah dan unit kerja.Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi para pengurus serikat agar memiliki pemahaman yang lebih baik dalam bidang kepemimpinan, advokasi, negosiasi, komunikasi organisasi, serta manajemen konflik dan hubungan industrial.“Serikat pekerja tidak akan kuat tanpa pengurus yang berwawasan luas dan mampu mengelola organisasi dengan baik. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran dan penyegaran bagi seluruh pengurus agar bisa beradaptasi dengan tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang,” ujar salah satu narasumber dari Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI saat membuka kegiatan.

Delegasi dari PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka yang terdiri dari 12 PUK mengirimkan 14 orang perwakilan terbaiknya untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.
Mereka berasal dari berbagai sektor industri tekstil, garmen, dan kulit di wilayah Majalengka.

Dalam sambutannya, perwakilan PC FSP TSK SPSI Majalengka menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami berterima kasih kepada Pimpinan Pusat atas kesempatan yang diberikan. Ini menjadi ajang penting bagi kami untuk menambah ilmu, mempererat hubungan antar PUK, dan memperkuat solidaritas sesama pengurus,” ujar salah satu peserta.

Selama dua hari penuh, peserta mendapatkan berbagai materi yang disampaikan oleh para narasumber berpengalaman dari Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI, akademisi, dan praktisi hubungan industrial.Adapun materi yang dibahas antara lain:

1. Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Serikat PekerjaMembahas cara memimpin organisasi yang demokratis, efektif, dan berorientasi pada hasil.

2. Strategi Advokasi dan Perlindungan Hak PekerjaMemberikan pemahaman mendalam tentang upaya hukum, mekanisme penyelesaian perselisihan, serta perlindungan anggota di tempat kerja.

3. Negosiasi dan Komunikasi Efektif di Dunia KerjaMelatih kemampuan berkomunikasi dalam forum bipartit dan tripartit, serta membangun dialog sosial yang produktif dengan pihak perusahaan.

4. Etika, Disiplin, dan Etos Kerja Pengurus Serikat Mendorong semangat profesionalisme, tanggung jawab, dan integritas dalam menjalankan tugas organisasi.Selain materi kelas, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok, simulasi kasus, sesi tanya jawab, dan pembekalan motivasi kepemimpinan.Peserta terlihat aktif bertukar pengalaman dan berdiskusi tentang berbagai tantangan yang dihadapi di tempat kerja masing-masing.

Pada hari kedua, kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi. Para peserta mengaku mendapatkan banyak ilmu baru dan semangat baru untuk diterapkan di PUK masing-masing.“Kami mendapat banyak hal baru, mulai dari cara membangun komunikasi yang sehat antara pengurus dan anggota, hingga strategi menghadapi dinamika hubungan industrial di perusahaan,” ungkap salah satu peserta dari PUK Majalengka.Acara resmi ditutup pada Rabu siang, 22 Oktober 2025, dengan penyerahan sertifikat pelatihan oleh panitia pusat dan sesi foto bersama seluruh peserta dan pengurus Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI.Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun serikat pekerja yang lebih solid, cerdas, dan berdaya saing, khususnya di wilayah Kabupaten Majalengka.

FSP TSK SPSI Majalengka Gelar Rapat Koordinasi Strategis: Persiapan Intensif untuk Pendidikan Perundingan dan Pengupahan 2026

Majalengka, 30 September 2025 – Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP TSK SPSI) Kabupaten Majalengka mengadakan rapat koordinasi dan konsolidasi yang komprehensif pada hari ini. Bertempat di Caffe Jatiwangi Kopi yang berlokasi di Jalan Cirebon – Bandung, Desa Cicadas, Jatiwangi, Majalengka, acara ini menjadi wadah penting untuk merumuskan strategi pendidikan dan pelatihan teknik perundingan, penyusunan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), serta perencanaan pengupahan Kabupaten Majalengka untuk tahun 2026.

Rapat ini dihadiri oleh tokoh kunci FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka, termasuk Ketua Pimpinan Cabang, Bapak Edi Kustandi, S.E., beserta seluruh jajaran pengurus pimpinan cabang. Kehadiran perwakilan dari masing-masing Pimpinan Unit Kerja (PUK) SP TSK SPSI se-Kabupaten Majalengka semakin memperkuat forum ini sebagai ajang musyawarah untuk kepentingan seluruh anggota serikat pekerja.

Dalam pidato pembukaannya, Bapak Edi Kustandi, S.E. menyoroti urgensi pertemuan ini dalam menghadapi tantangan dinamis di dunia kerja. “Rapat koordinasi ini adalah langkah proaktif kita untuk membekali pengurus serikat pekerja dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan. Pendidikan dan pelatihan teknik perundingan, serta pemahaman mendalam tentang PKB, akan memberdayakan kita untuk secara efektif memperjuangkan hak-hak anggota. Selain itu, perencanaan pengupahan yang matang untuk tahun 2026 adalah prioritas utama untuk memastikan kesejahteraan pekerja di Kabupaten Majalengka,” tegasnya.

Agenda Utama yang Dibahas

Rapat ini membahas secara mendalam beberapa agenda strategis:

1. Peningkatan Kompetensi Melalui Pendidikan dan Pelatihan Teknik Perundingan:

  • Penyusunan kurikulum pelatihan yang komprehensif dan aplikatif, mencakup strategi negosiasi yang efektif, analisis data yang akurat, serta pemahaman mendalam tentang regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.
  • Pengembangan metode pelatihan yang interaktif dan partisipatif, melibatkan studi kasus, simulasi perundingan, dan diskusi kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta.
  • Pemanfaatan teknologi informasi dalam pelatihan, seperti platform e-learning dan aplikasi mobile, untuk meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pembelajaran.

    2. Optimalisasi Peran PKB dalam Melindungi Hak Pekerja:
  • Penyusunan panduan dan template PKB yang fleksibel dan adaptif, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik berbagai sektor industri di Majalengka.
  • Peningkatan pemahaman pengurus serikat pekerja tentang proses penyusunan, negosiasi, dan implementasi PKB yang efektif.
  • Advokasi dan pendampingan hukum bagi anggota serikat pekerja dalam kasus pelanggaran PKB.

    3. Perencanaan Pengupahan yang Adil dan Berkelanjutan untuk Tahun 2026:
  • Analisis mendalam terhadap data inflasi, pertumbuhan ekonomi regional, serta hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) untuk merumuskan usulan upah yang realistis dan berkeadilan.
  • Pengembangan model pengupahan yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti produktivitas, kinerja, dan masa kerja.
  • Penggalangan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pengusaha, dan organisasi masyarakat sipil, untuk memperjuangkan usulan upah yang layak dalam forum Dewan Pengupahan Kabupaten.

Komitmen untuk Kesejahteraan Pekerja

FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Selain itu, serikat pekerja ini akan terus membangun komunikasi dan kerjasama yang konstruktif dengan pemerintah daerah, pengusaha, dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan meningkatkan kesejahteraan pekerja di Majalengka.

Rapat ditutup dengan sesi diskusi yang dinamis, di mana para peserta aktif bertukar ide dan memberikan masukan berharga untuk penyempurnaan program kerja serikat pekerja di masa depan. Semangat kebersamaan dan tekad untuk memperjuangkan hak-hak pekerja menjadi energi positif yang membara dalam setiap peserta.

Serikat Pekerja PT. LYG Majalengka Mediasi dengan Disnaker, Sepakati Langkah Lanjut Tuntutan Hak Kompensasi

Majalengka, 25 September 2025 – Puluhan anggota Serikat Pekerja PUK SP TSK SPSI
PT. Lee Yin Gapura Garment Indonesia (LYG) pada Kamis (25/9) mendatangi kantor Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (DK2UKM) Kabupaten Majalengka untuk menggelar mediasi resmi terkait persoalan hak kompensasi bagi pekerja yang diangkat menjadi karyawan tetap.

Langkah ini dilakukan setelah perundingan bipartit sebelumnya tidak membuahkan hasil. Pihak serikat menilai perusahaan belum memenuhi kewajiban normatifnya dalam memberikan kompensasi sesuai masa kerja karyawan sebelum mereka diangkat menjadi pekerja tetap.


Hak kompensasi merupakan amanat peraturan perundang-undangan, sebagaimana diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang telah diubah melalui UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, serta aturan pelaksananya dalam PP No. 35 Tahun 2021.

Aturan tersebut menegaskan bahwa pekerja dengan status Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT/kontrak) tetap berhak atas kompensasi meskipun kemudian diangkat menjadi pekerja tetap.

Menurut Ketua PUK SP TSK SPSI PT. LYG Yusuf, pihaknya sudah berulang kali menyampaikan persoalan ini kepada manajemen perusahaan, namun belum ada kepastian.

“Kami hanya menuntut hak normatif yang jelas diatur undang-undang. Para pekerja berhak mendapatkan kompensasi atas masa kerja mereka, dan itu harus dipenuhi oleh perusahaan,” tegasnya di sela mediasi.


Mediasi yang berlangsung di aula DK2UKM Kabupaten Majalengka dipimpin langsung oleh mediator hubungan industrial. Pihak serikat pekerja hadir dengan membawa data rinci, termasuk jumlah pekerja yang berhak mendapatkan kompensasi beserta estimasi nominal yang harus dibayarkan.

Dalam pertemuan itu, serikat pekerja menyampaikan dua poin utama:

  1. Pencantuman nominal tagihan kompensasi yang harus dibayarkan perusahaan, berdasarkan data yang telah diserahkan ke DK2UKM, untuk dimasukkan dalam surat anjuran.
  2. Penegasan agar segala keputusan berlandaskan aturan normatif sesuai hukum ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Setelah melalui diskusi panjang, DK2UKM akhirnya menyepakati beberapa poin penting yang dituangkan dalam hasil audensi bersama, antara lain:

  • DK2UKM menyetujui untuk mengakomodasi tuntutan normatif serikat pekerja sebagaimana tercantum dalam Surat Nomor: 040/PUK SP TSK SPSI/LYG/VIII/2025.
  • Perihal kompensasi, DK2UKM akan mencantumkan nominal yang jelas dalam surat anjuran resmi, sehingga memiliki kekuatan hukum sebagai dasar penyelesaian perselisihan antara serikat pekerja dan manajemen PT. LYG.

Kesepakatan ini disambut positif oleh serikat pekerja, meskipun mereka menegaskan akan terus mengawal pelaksanaannya di lapangan.

“Ini baru langkah awal. Kami mengapresiasi respon DK2UKM, tapi yang paling penting adalah realisasi dari perusahaan. Serikat pekerja akan terus memantau dan memperjuangkan hak kawan-kawan hingga benar-benar diterima,” ujar Yusuf.


Serikat pekerja berharap adanya kesepakatan ini menjadi titik balik dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan berkeadilan di Kabupaten Majalengka. Pemerintah daerah diminta lebih aktif mengawasi jalannya aturan ketenagakerjaan agar kasus serupa tidak terus berulang.

Sementara itu, DK2UKM Majalengka menegaskan komitmennya untuk bersikap netral dan adil dalam menyelesaikan setiap perselisihan hubungan industrial.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa hak-hak pekerja dihormati, sekaligus menjaga kelangsungan usaha agar tetap berjalan. Dengan mediasi ini, kami berharap tercapai win-win solution bagi kedua belah pihak,” ungkap H. Arif Daryana, A.P., M.Si.


Mediasi pada 25 September 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa perjuangan kolektif pekerja melalui serikat mampu mendorong penyelesaian masalah secara formal dan terarah.

Serikat pekerja PUK SP TSK SPSI PT. LYG Majalengka menegaskan bahwa perjuangan belum selesai, dan akan terus berkomitmen memperjuangkan hak normatif pekerja sebagai bagian dari wujud solidaritas dan persatuan buruh di Indonesia.

0

Subtotal