
Majalengka — Pada Hari Kamis, 27 November 2025, PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas organisasi bekerja sama dengan TURC (Trade Union Rights Centre). Acara yang berlangsung di Caffe & Resto Mie SP (Munjul – Majalengka) ini mengusung tema
“Tantangan dan Arahan Strategis Perundingan Kolektif”,
yang dihadiri oleh para pengurus, perwakilan PUK, serta aktivis serikat pekerja dari berbagai perusahaan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pengurus dan anggota dalam menghadapi dinamika hubungan industrial yang semakin kompleks. Sambutan tersebut juga menegaskan komitmen organisasi untuk terus meningkatkan kemampuan dalam proses perundingan kolektif.
Berikutnya, sesi pembukaan dilanjutkan oleh tim TURC yang memberikan pengantar mengenai tujuan kegiatan, ruang lingkup materi, serta harapan agar peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian agenda secara aktif dan optimal.
Acara Dibuka dengan Paparan Utama dari TURC

Pada sesi pembukaan, perwakilan dari TURC memberikan pemaparan komprehensif mengenai kondisi aktual hubungan industrial di Indonesia, termasuk dampak regulasi turunan dari UU Cipta Kerja terhadap proses perundingan dan perjanjian kerja bersama (PKB).
Materi awal menyoroti:
Tantangan-tantangan baru yang muncul dalam perundingan kolektif, baik dari sisi teknis maupun politik hubungan industrial.
Pentingnya data, riset, dan strategi komunikasi dalam memperkuat posisi tawar serikat pekerja.
Perlunya serikat pekerja terus memperbarui pengetahuan agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebijakan ketenagakerjaan.
Peserta tampak sangat antusias, dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan, tanggapan, dan diskusi aktif selama penyampaian materi.
Diskusi Kelompok: Membedah Problematika Perundingan di Lapangan

Agenda dilanjutkan dengan pembentukan beberapa kelompok diskusi. Tiap kelompok diberikan studi kasus berbeda yang bersumber dari persoalan nyata yang sering muncul dalam proses perundingan di perusahaan, seperti:
Penyesuaian upah, struktur dan skala upah
Perselisihan hak dan kepentingan
Penerapan jam kerja dan lembur
Perundingan PKB yang mandek
Perbedaan interpretasi aturan antara perusahaan dan serikat
Dalam sesi ini, para peserta diminta menganalisis akar masalah, opsi penyelesaian, strategi argumentasi, serta langkah-langkah negosiasi yang dapat diterapkan. Sistem diskusi dua arah membuat seluruh peserta aktif dan berani menyampaikan pengalaman di lapangan.
Presentasi Kelompok: Menguji Kemampuan Analisis dan Komunikasi

Setelah sesi diskusi, tiap kelompok mempresentasikan hasil analisanya di depan peserta lain dan narasumber dari TURC.
Presentasi mencakup:
Identifikasi masalah berdasarkan fakta
Teknik negosiasi yang efektif
Alternatif penyelesaian
Strategi serikat pekerja untuk memperkuat posisi tawar
Simulasi mini perundingan antara tim serikat dan perusahaan
Narasumber memberikan evaluasi mendalam, mengoreksi beberapa kekeliruan umum, dan sekaligus memberikan penguatan agar peserta siap menghadapi situasi perundingan sebenarnya.
Ice Breaking dan Games untuk Menjaga Semangat Peserta

Karena kegiatan berlangsung cukup padat, panitia menghadirkan beberapa games interaktif sebagai ice breaking. Suasana pelatihan menjadi hidup dan penuh gelak tawa ketika peserta mengikuti permainan:
Tebak kata terkait hubungan industrial
Simulasi cepat memilih strategi negosiasi
Mini challenge kerja sama tim
Games ini bertujuan menghindarkan peserta dari kejenuhan, membangun kekompakan, sekaligus melatih kemampuan berpikir cepat dalam situasi tekanan—mirip kondisi ketika berunding dengan perusahaan.
Penyusunan Rekomendasi Strategis Perundingan Kolektif
Sebagai penutup kegiatan inti, peserta bersama narasumber menyusun beberapa poin rekomendasi strategis sebagai panduan serikat pekerja ke depan, di antaranya:
- Serikat pekerja harus memperkuat basis data terkait kondisi perusahaan.
- Pengurus PUK perlu menguasai teknik penyusunan argumentasi dan analisis regulasi.
- Kegiatan pendidikan rutin harus diperbanyak untuk memperkuat kaderisasi.
- Kolaborasi antara serikat pekerja dan lembaga pendamping seperti TURC tetap harus dilanjutkan.
- Serikat pekerja di Majalengka harus membangun jaringan koordinasi untuk saling bertukar informasi dan strategi.
Penutup: Komitmen Bersama untuk Meningkatkan Kualitas PKB di Majalengka
Kegiatan ini ditutup dengan pesan dari Ketua PC FSP TSK SPSI Kabupaten Majalengka yang menegaskan bahwa kegiatan seperti ini menjadi sangat penting bagi keberlangsungan organisasi. Melalui diskusi, evaluasi, dan pembelajaran bersama, serikat pekerja dapat terus meningkatkan kemampuan dalam memperjuangkan hak dan kepentingan anggota.
Kolaborasi dengan TURC diharapkan berlanjut pada agenda-agenda pendidikan lanjutan seperti teknik penyelesaian perselisihan, strategi kampanye media, hingga penguatan organisasi berbasis digital.
Sebagai momen penutup, seluruh peserta, pengurus PC, dan tim dari TURC melakukan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus memperkuat kapasitas organisasi.

